Sisi Negatif Facebook(Dibalik fenomena FB, ketika iffah mulai luntur)

October 06, 2009

Tulisan dibawah ini merupakan copy paste-an dari note di fb-nya temen kakak ipar saya. Jadi melek juga krn saya juga sering melakukan hal yang sama.. :(
Semoga bisa membawa manfaat buat semua. Thanks to Sherry Andriani Fadjari :)

PDL

=====================================================================================
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

*
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

*
Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...

*
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan

*
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis

*
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang

*
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

*
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”

*
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

*
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

*
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

*
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....

Ingatlah Abdurahman bin Auf mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah menegaskan dengan sindiran keras kepada kita “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari). Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.




Diposting oleh Poppy di 11:46 AM 0 komentar  

Sate Padang Jeng Poppy :)

September 11, 2009

Pertama mengenal sate padang pas nguli di bandung :) Agustus 2000, hari pertama ngekos, ama temen2 kos langsung di cekokin sate padang dipati ukur ,, wuih.. makanan apa ini yahhhh ??? masih heran.. ada sate kok kuahnya ngga pake kacang.. Ngeliat temen2 kok maemnya lahap banget.. jadi ngga enak kalo ngga ikutan ‘lahap’..secara.. anak kos baru gitu lho..harus jaga sikap :)) Pertama makan emang ‘dilahap-lahapin’… eh setelah kedua kalinya.. lahap beneran.. dan.. sampe sekarang me n hubby sama2 pecinta sate padang sejati *kkkkk*

n..sore tadi sempat bingung mikirin kurang 1 macem menu lagi buat mintuo berbuka .. tiba2..mpok Ipah, my asisten RT nyeletuk.. Sate Padang aja buuuu !... oiyaaaahhhh Thanks pah..yeeeeyyyy :))

Here we go :

  • Daging sandung lamur 300gr
  • Air 800cc
  • Tepung beras 8 sdm

Bumbu :

  • 1 Batang serai memarkan
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 1 lembar daun kunyit
  • 3 sdt garam
  • 3 sdt merica bubuk
  • 2 sdt ketumbar bubuk
  • ¼ sdt jintan bubuk

Bumbu yang dihaluskan :

  • 50 gr bawang merah
  • 15 gr bawang putih
  • 30 gr cabe merah
  • 20 gr kunyit,10 gr jahe,10 gr lengkuas (dibakar sblm dihaluskan)

Pelengkap :

  • Bawang Goreng
  • Ketupat

Cara Membuat :

  • Campur daging bersama air, bumbu, dan bumbu halus, rebus hingga lunak
  • Saring dan pisahkan daging dari kaldu, potong kecil-kecil
  • Tusuk daging pada tusukan sate n bakar sejenak
  • Campur kaldu dengan tepung beras, masak hingga mengental

Taken from : Mulyawati, Wahyuni, 1997, Masakan khas Sumbar, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Modified by : Poppy , September 11, 2009



Diposting oleh Poppy di 8:05 PM 2 komentar  

Makaroni Skutel

September 06, 2009


Kalau dilihat gambarnya kok lebih mirip martabak ya =)) emang aku ngga bakat kalo disuruh motret... mohon maap yaaa para pecinta foodie fotografi ;) Tapi...rasanya tetep makaroni skutel lhooo.. ngga kalah ama buatan Jeng May :D *pdlestari mode on*

Bahan 1 :

• 500 gr makaroni (rebus, tiriskan beri 1 sdm margarin)


Bahan 2 :

• (tumis & sisihkan) 150gr daging giling/kornet,
• 50 gr bawang bombay (iris2 kecil)

• 1 sdm margarin
Bahan 3 :
• 2 sdm margarin

• 3-4 sdt terigu
• 500 ml susu cair

• 100 gr keju parut
• gula, garam, lada, pala, bubuk kaldu
Bahan 4 :
• 5 butir telur

Bahan 5 :
• 100 gr keju parut

• 50 gr sosis/smoke beef
Cara membuat :
• Bahan 3 : panaskan margarin, masukkan terigu, aduk2 hingga rata, beri susu sedikit demi sedikit hingga mengental, beri keju, gula , garam, lada, pala dan bubuk kaldu.
• Masak hingga mendidih, angkat
• Masukkan bahan 2 dan 3 ke bahan 1, aduk rata dan tambahkan bahan 4, masukkan adonan ke dalam loyang/pinggan yg telah dioles margarin , taburi atasnya dengan bahan 5. Panggang hingga matang


Note : buatnya 1/2 resep dulu aja jengs,ntar kl ngga enak jgn aku yg ditimpuk yaa:))

Source : Happy Call Double Pan-RESEP modified by Poppy, Sept 6, 2009

Diposting oleh Poppy di 9:41 AM 0 komentar  

Flow Measurement

May 23, 2009



Pada kontrol proses, pendeteksian akurat terhadap flow rate dan mass flow gas, cairan dan zat padat memegang peranan yang sangat penting. Jenis fluida dan karakteristiknya merupakan faktor utama yang menentukan metode pengukuran yang paling sesuai dengan tujuan pengukuran.

Secara umum, Flow Meter dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu mekanik dan elektrik. Pada divais mekanik, metode yang paling umum untuk pengukuran flow adalah menempatkan sebuah halangan dalam aliran fluida pada pipa sehingga menghasilkan efek sekunder seperti torsi atau menempatkan sebuah lempeng yg terdapat lubang ditengahnya sehingga timbul perbedaan tekanan. Pada divais elektrik, beda potensial dibangkitkan oleh koil dengan fluida bergerak dalam medan magnet, frekuensi putaran turbin, perubahan kecepatan pada fluida bergerak , dan perubahan resistansi dari elemen yang terletak pada fluid path

Klasifikasi FLOW METER

Flow meter diklasifikasikan menjadi dua hal mendasar : (1) quantity dan (2) rate of flow. Quantity meter berhubungan dengan bobot atau volume fluida yang melewati primary element. Contohnya adalah positive-displacement meters (p/d meters), reciprocating piston, nutating discs , dll. Sedangkan untuk fluida yang melewati primary element pada arus kontinyu diketahui sebagai rate of flow meter . Contohnya adalah orifice plate, turbine dan electromagnetic flow meter.

Berdasarkan prinsip kerjanya , flow meter diklasifikasikan menjadi :

1. Differential Pressure measurements : (a)Orifice plate, (b)venturi tube, (c)flow nozzle dan (d) pitot tube

2. Electromagnetic-flowmeters

3. Rotameter (variable-area meters)

4. Mechanical-Flow meters : positive displacement & turbine

5. Ultrasonic-flow meter

6. Vortex-flow meter

Differential Pressure Measurements

Dasar pengukuran menggunakan Teorema Bernoulli yaitu :

jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yg sama


Dimana :

p1 = tekanan per unit area pada FH

v1 = kecepatan fluida pada BD

v2 = kecepatan fluida pada FH

r = massa jenis fluida

g = percepatan gravitasi

h1 = tinggi pusat gravitasi terhadap volume BCED

h2 = tinggi pusat gravitasi terhadap volume FGIH

(a)Orifice Plate merupakan lempeng berlubang yang digunakan untuk mengukur tingkat aliran dalam sistem pipa. Dengan Orifice Plate yang disisipkan pada pipa , dapat ditimbulkan pressure drop. Berdasarkan besar pressure drop,laju aliran (flow rate) dapat dihitung. Alat ini sangat praktis untuk tabung berdiameter besar dan fluida yang kotor. Salah satu contoh bentuk orifice plate dapat dilihat pada gambar di awal tulisan ini. (to be continued)

Referensi :

1. Liptak, Bela G, 2003, Instrument Engineers Handbook.Process measurement and analysis, CRC PRESS, ISA, USA

2. Rangan C.S, Sarma G.R and Mani V.S.V, 1992, Instrumentation : Devices and Systems, Tata McGraw-Hill, New Delhi

3. http://www.emersonprocess.com/Rosemount/products/Flow/m405p.html




Diposting oleh Poppy di 4:29 PM 0 komentar  

DAFTAR NILAI AKHIR

January 31, 2009

Berikut Link Daftar nilai mata kuliah saya :

1. Praktikum Sistem Kendali
2. Instrumentasi Industri 2 (INDI 2)
3. Programmable Logic Controller (PLC)
4. Sensor & Transduser

Ini dia, yang tersisa dari pernak pernik UAS..... :D



Puas nyonteknya niih.... :)
( Snap Shots UAS Indi 2 & PLC by dian merre :D )



Diposting oleh Poppy di 4:56 PM 2 komentar